Minggu, 28 Juni 2015

Prinsip Kerja Generator Set atau GENSET


Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas.

Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang mempercayakan sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial menghasilkan listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor.




 

 

Quote:



 Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut:








1. Rangka stator
Terbuat dari besi tuang, rangka stator maerupakan rumah dari bagian-bagian generator yang lain.

2. Stator
Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator berfungsi sebagai tempat GGL induksi.

3. Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet dengan lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan sikat-sikat.

4. Cincin geser
Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan poros dan rotor.

5. Generator penguat
Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai sumber arus. 


Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medanmagnet berputar. Generator itu disebut dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat pada gambar berikut.

Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya GGL itu tidak berputar. Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi danarus yang besar.

Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas:

1. Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole).
Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang banyak. Diameter rotornya besar dan berporos pendek.

2. Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole).
Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor dibuat alur-alur untuk tempat lilitan penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti kutub. 



Penggerak Mesin Diesel

Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor bakar ditinjau dari cara memperoleh energi termalnya. Untuk membangkikan listrik sebuah mesin diesel menggunakan generator dengan sistem penggerak tenaga disel atauyang biasa dikenal dengan sebutan Genset (Generator Set).


 Keuntungan pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover
- Design dan instalasi sederhana
- Auxilary equipment sederhana
- Waktu pembebanan relatif singkat
- Konsumsi bahan bakar relatif murah dan hemat

Kerugian pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover
- Berat mesin sangat berat karena harus dapat menahan getaran serta kompresi yang tinggi.
- Starting awal berat, karena kompresinya tinggi yaitu sekitar 200 bar.
- Semakin besar daya maka mesin diesel tersebut dimensinya makin besar pula, hal tersebut menyebabkan kesulitan jika daya mesinnya sangat besar. 

 Ada 2 komponen utama dalam genset yaitu:
1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel/engine
2. Generator.

Prinsip Kerja Mesin Diesel






Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Pada mesin diesel/engine terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimampatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (± 30 arm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis.

 Pada mesin diesel penambahan panas atau energi senantiasa dilakukan pada tekanan yang konstan. Pada mesin diesel, piston melakukan 2 langkah pendek menuju kepala silinder pada setiap langkah daya.

1. Langkah ke atas yang pertama merupakan langkah pemasukan dan penghisapan, di sini udara dan bahan bakar masuk sedangkan poros engkol berputar ke bawah.

2. Langkah kedua merupakan langkah kompresi, poros engkol terus berputar menyebabkan torak naik dan menekan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran. Kedua proses ini (1 dan 2) termasuk proses pembakaran.

3. Langkah ketiga merupakan langkah ekspansi dan kerja, di sini kedua katup yaitu katup isap dan buang tertutup sedangkan poros engkol terus berputar dan menarik kembali torak ke bawah.

4. Langkah keempat merupakan langkah pembuangan, disini katup buang terbuka dan menyebabkan gas akibat sisa pembakaran terbuang keluar. Gas dapat keluar karena padaproses keempat ini torak kembali bergerak naik keatas dan menyebabkan gas dapat keluar. Kedua proses terakhir ini (3 dan 4) termasuk proses pembuangan.

5. Setelah keempat proses tersebut, maka proses berikutnya akan mengulang kembali proses yang pertama, dimana udara dan bahan bakar masuk kembali. 

Hubungi Sales,Puta:085920007893
PT.Samudera Asia Pasifik
260 KW Air Cooling Genset Diesel Generator , MTAA11-G3

Product Details:

Place of Origin:China
Brand Name:JACKPOWER
Certification:ISO9001
Model Number:JP-C260

Payment & Shipping Terms:

Detailed Product Description

1,Model: CCEC Cummins MTAA11-G3, 4-cycle

2,Air Intake System: Turbo, Air/Air cooling

3,Fuel System: PT-STC type fuel pump, EFC

4,Cylinder Arrangement: 6 in line

5,Displacement: 10.8L

6,Bore and Stroke: 125*147(mm)

7,Compression Ratio: 15.0

8,Rated RPM: 1500rpm

9,Max. Standby Power at Rated RPM: 310KW/421HP

10Governor Type: Electronic

Cummins MTAA11-G3 Diesel Power Generator , 4-Cycle

 Standby Power(50Hz)
260KW / 325KVA
Prime Power(50Hz)
240KW / 300KVA


Dimension & Weight

Standard Configuration (Open Type)
Overall Size: 3100(mm)×1150(mm)×1730(mm)
Weight: 2420kg


General Features:

Absorber
Dry type air filter, double fuel filter, oil filter, coolant filter
Main line circuit breaker
Standard control panel
Two12V batteries, rack and cable
Ripple flex exhaust pipe, exhaust siphon flange, muffler
User manual


Engine Data

Manufacturer / Model: 
CCEC Cummins MTAA11-G3, 4-cycle 
Air Intake System: 
Turbo, Air/Air cooling 
Fuel System: 
PT-STC type fuel pump, EFC 
Cylinder Arrangement: 
6 in line 
Displacement: 
10.8L 
Bore and Stroke: 
125*147(mm) 
Compression Ratio: 
15.0 
Rated RPM: 
1500rpm 
Max. Standby Power at Rated RPM: 
310KW/421HP 
Governor Type: 
Electronic 
Exhaust System 
Exhaust Gas Flow: 
950L/s 
Exhaust Temperature: 
545℃ 
Max Back Pressure: 
10.0kPa 
Air Intake System 
Max Intake Restriction: 
6.2kPa 
Consumption: 
322L/s 
Air Flow: 
8161 L/s 
Fuel System 
100%( Prime Power) Load: 
188 g/Kw.h 
75%(Prime Power) Load: 
180 g/Kw.h 
50%(Prime Power) Load:: 
171 g/Kw.h 
100%( Prime Power) Load: 
57L/h 
Oil System 
Total Oil Capacity
39L 
Oil Consumption: 
0.24g/KW.h 
Engine Oil Tank Capacity: 
34L 
Oil Pressure at Rated RPM: 
207-276kPa 
Cooling System 
Total Coolant Capacity: 
61L 
Thermostat: 
82-93℃ 
Max Water Temperature: 
104℃ 

Alternator Specification
GENERAL DATA
Compliance with GB755, BS5000, VDE0530, NEMAMG1-22, IED34-1, CSA22.2 and AS1359 standards.


Alternator Data

Alternator Data 
Number of Phase:
Connecting Type:
3 Phase and 4 Wires, “Y” type connecting 
Number of Bearing:
Power Factor:
0.8 
Protection Grade:
IP23 
Altitude:
≤1000m 
Exciter Type:
Brushless, self-exciting 
Insulation Class, Temperature Rise:
H/H 
Telephone Influence Factor (TIF):
<50 
THF:
<2% 
Voltage Regulation, Steady State:
≤±1% 
Alternator Capacity:
300KVA 
Alternator Efficiencies:
93.0% 
Air Cooling Flow:
0.8m3/s 


Generating set data:

Voltage Regulation:
≥±5% 
Voltage Regulation, Stead State:
≤±1% 
Sudden Voltage Warp (100% Sudden Reduce):
≤+25% 
Sudden Voltage Warp (Sudden Increase):
≤-20% 
Voltage Stable Time (100% Sudden Reduce):
≤6S 
Voltage Stable Time (Sudden Increase)
≤6S 
Frequency Regulation, Stead State:
≤5% 
Frequency Waving:
≤0.5% 
Sudden Frequency Warp (100% Sudden Reduce):
≤+12% 
Sudden Frequency Warp (Sudden Increase):
≤-10% 
Frequency Recovery Time (100% Sudden Reduce):
≤5S 
Frequency Recovery Time (Sudden Increase):
≤5S 


Options
Competitive Advantage:                                               SALES,  PUTRA:085920007893 

High Performance of loading       Easy start
Nice protection              User-friendly operation
Low running cost           Environmental            Long service life
Minimum Order Quantity:1 unit
Price:Negotiable
Packaging Details:Open type
Delivery Time:30 days
Payment Terms:T/T L/C, 30% deposit,70% before delivery
Supply Ability:100 units/ Per month
Alat Pengukur Gas Detector mudah terbakar SPD202           Hubungi:085920007893/putra
Alat Pengukur Gas Detector mudah terbakar SPD202 merupakan suatu alat yang mengukur sesuatu yang mudah terbakar detektor kebocoran gas dengan cepat mengidentifikasi dan titik-titik kebocoran gas dalam peralatan pembakaran perumahan dan komersial, seperti gas alam atau propana-dipecat pemanas sistem,atau jaringan pipa gas. Bacharach Informan 2 mendeteksi kebocoran gas yang mudah terbakar baik danrefrigeran.
 Sebuah detektor gas adalah perangkat yang mendeteksi kehadiran berbagai gas dalam suatu daerah,biasanya sebagai bagian dari sistem keamanan. Jenis peralatan yang digunakan untuk mendeteksikebocoran gas dan antarmuka dengan sistem kontrol sehingga proses dapat secara otomatis ditutup.Sebuah detektor gas juga dapat membunyikan alarm untuk operator di daerah di mana kebocoran ini terjadi, memberi mereka kesempatan untuk meninggalkan daerah itu. Jenis perangkat ini penting karenaada banyak gas yang bisa berbahaya bagi kehidupan organik, seperti manusia atau hewan.
Detektor gas dapat digunakan untuk mendeteksi gas mudah terbakar, mudah terbakar dan beracun, dan deplesi oksigen. Jenis perangkat yang digunakan secara luas dalam industri dan dapat ditemukan diberbagai lokasi seperti di kilang minyak, untuk memantau proses manufaktur dan teknologi sepertiphotovoltaic. Mereka juga dapat digunakan dalam pemadam kebakaran.
Aplikasi :
Kebocoran gas mendeteksi gas kota
Mudah terbakar kebocoran gas mendeteksi industri petrokimia

Mudah terbakar kebocoran gas mendeteksi industri Kapal

Mudah terbakar kebocoran gas mendeteksi dari Depot , SPBU
Mudah terbakar kebocoran gas mendeteksi truk tangki minyak
Mudah terbakar kebocoran gas mendeteksi api & penyelamatan industri
 
Alat Pengukur Gas Detector mudah terbakar SPD202
Alat Pengukur Gas Detector mudah terbakar SPD202
Fitur :
1.Desain intelek , dengan fungsi perekaman , dapat merekam hingga 99 set data.
2.Latar belakang pencahayaan bunglon , putih , hijau dan merah , bereaksi tiga kondisi pengukuran yang berbeda .
3.Acousto – optik mengkhawatirkan , mudah untuk mengatur .
4.Power: 4 × 1.5V AA baterai .
5.Kasus ergonomis , pandangan yang indah , baik beroperasi perasaan dan mudah untuk dibawa .
6.Disegel kantong dapat meningkatkan kinerja ledakan-bukti .
Spesifikasi :
Diukur Jenis gas : gas alam , bahan bakar gas cair , gas batubara dan gas yang mudah terbakar lainnya , organik gas penguapan pelarut bensin , alkohol , keton , dll
Rentang pengukuran : 0 ~ 100 % LEL
Resolusi : 0,1 % LEL
Kesalahan pengukuran : ≤ 5 %

Hasil tes membaca waktu : 10 detik